Ramadhan bukan hanya sekadar waktu untuk menahan lapar bagi orang dewasa, melainkan juga madrasah terbaik bagi anak-anak. Orang tua perlu memanfaatkan momen ini sebagai sarana tarbiyah atau pendidikan iman yang sangat efektif. Oleh karena itu, kita harus membimbing putra-putri kita agar mereka mencintai ibadah sejak usia dini dengan penuh kegembiraan.
Menanamkan Tauhid dan Kecintaan pada Allah ﷻ
Langkah utama dalam mendidik anak adalah mengenalkan mereka kepada Sang Pencipta melalui tanda-tanda kebesaran-Nya di bulan suci. Kita bisa mengajarkan bahwa puasa adalah bentuk ketaatan hamba kepada Allah ﷻ yang senantiasa mengawasi hamba-Nya. Allah ﷻ memerintahkan kita untuk menjaga keluarga dari pengaruh buruk agar selamat di akhirat kelak.
Sebagaimana firman Allah ﷻ di dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. At-Tahrim: 6).
Ayat tersebut menjadi landasan bagi para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan agama di atas segalanya. Jadi, jadikanlah bulan ini sebagai awal bagi mereka untuk mengenal konsep ikhlas dan rasa takut hanya kepada Allah ﷻ.
Melatih Ibadah Secara Bertahap
Selanjutnya, kita dapat melatih anak-anak untuk mulai berpuasa sesuai dengan kemampuan fisik mereka masing-masing. Rasulullah ﷺ memberikan teladan agar kita memerintahkan anak-anak untuk mengerjakan ibadah wajib secara rutin. Meskipun puasa belum wajib bagi anak yang belum baligh, namun membiasakan mereka adalah sunnah para sahabat.
Sahabat Amr bin Syuaib meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ
Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat saat mereka berumur tujuh tahun (HR. Abu Dawud. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud).
Tentu saja, metode yang sama dapat kita terapkan dalam melatih anak untuk berpuasa dan menghadiri shalat berjamaah. Pujian dan hadiah kecil bisa menjadi motivasi tambahan agar mereka merasa bangga menjalankan syariat Islam dengan senang hati.
Meneladani Akhlak Nabi ﷺ dalam Mendidik
Terakhir, orang tua harus menjadi contoh nyata bagi anak-anak dalam menjaga lisan dan perilaku selama berpuasa. Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat daripada sekadar mendengarkan perintah lisan yang kering. Maka dari itu, tunjukkanlah kedermawanan dan kesabaran sebagaimana pribadi agung Rasulullah ﷺ setiap harinya.
Rasulullah ﷺ sangat menyayangi anak-anak dan senantiasa memberikan doa-doa kebaikan bagi pertumbuhan iman mereka. Sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنهما menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah merangkulnya dan mendoakan keberkahan ilmu baginya.
Kesimpulannya, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk mempererat ikatan batin dengan anak melalui aktivitas ibadah bersama. Fokuslah pada pembentukan karakter jujur dan disiplin agar mereka tumbuh menjadi generasi yang bertakwa. Akhirnya, semoga Allah ﷻ menjaga keturunan kita agar tetap teguh memegang nilai-nilai Al-Qur’an hingga akhir zaman nanti.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


