Bulan Sya’ban merupakan waktu yang sangat berharga untuk mengevaluasi fondasi ibadah kita sebelum menyambut bulan suci. Sebagai tiang agama, shalat fardhu menempati posisi yang paling sentral dalam menentukan baik atau buruknya seluruh amal seorang hamba. Oleh karena itu, memperbaiki kualitas shalat lima waktu pada bulan ini menjadi langkah awal yang paling krusial bagi setiap Muslim.
Shalat Sebagai Barometer Amal
Seorang mukmin harus menyadari bahwa shalat fardhu adalah perkara pertama yang akan dihisab oleh Allah ﷻ kelak. Jika shalat seseorang berkualitas baik, maka urusan amal lainnya akan menjadi lebih ringan dan membawa keberuntungan besar. Rasulullah ﷺ memberikan penjelasan yang sangat mendalam mengenai urgensi shalat ini melalui penuturan sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia telah beruntung dan sukses. Namun jika shalatnya rusak, maka ia telah gagal dan merugi. (HR. At-Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi nomor 413).
Meraih Kekhusyukan di Bulan Sya’ban
Mencapai kekhusyukan dalam shalat memerlukan latihan yang terus-menerus dan pembersihan batin dari segala bentuk gangguan duniawi. Sya’ban adalah waktu yang sangat tepat untuk mulai melatih konsentrasi pikiran agar benar-benar tertuju hanya kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ secara khusus menyebutkan bahwa keberuntungan yang hakiki hanya milik mereka yang mampu menjaga kekhusyukan saat berhadapan dengan-Nya.
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. (Al-Mu’minun: 1-2).
Selanjutnya, kita perlu memastikan bahwa setiap gerakan dan bacaan shalat sudah sesuai dengan tuntunan sunnah yang shahih. Kelalaian dalam rukun atau thuma’ninah dapat menyebabkan ibadah yang kita lakukan menjadi hampa dan tidak memberikan dampak spiritual yang nyata. Maka dari itu, marilah kita perbaiki setiap rincian gerakan sujud dan rukuk kita dengan penuh kesadaran.
Menghidupkan Shalat di Awal Waktu
Disiplin waktu merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas ibadah shalat fardhu kita setiap hari. Seseorang yang terbiasa menunda-nunda waktu shalat biasanya akan menjalankan ibadah tersebut secara terburu-buru dan kehilangan esensi ketenangan jiwa. Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Sya’ban sebagai momentum untuk selalu mengejar takbiratul ihram pertama bersama imam di masjid.
Kesungguhan dalam menjaga shalat fardhu akan memancarkan cahaya kebaikan dalam seluruh aktivitas keseharian kita di dunia ini. Ketika shalat kita sudah tertata dengan baik, maka ibadah puasa dan tarawih di bulan Ramadhan nanti akan terasa lebih nikmat. Jadi, mari kita manfaatkan sisa waktu di bulan Sya’ban ini untuk menyempurnakan setiap rakaat yang kita kerjakan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|
