Panglima Pemberani dan Setia
Mālik bin Al-Hārits An-Nakha‘i, atau yang lebih kondang dengan sebutan Mālik Al-Asytar رحمه الله, merupakan sosok panglima besar dari generasi Tabi’in. Beliau memiliki kepribadian yang sangat kuat, keberanian yang melegenda di medan perang, serta kecerdasan dalam mengatur strategi. Meskipun beliau tidak termasuk dalam golongan sahabat Nabi ﷺ, namun sejarah mencatatnya sebagai pembela setia kekhalifahan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.
Ksatria dari Kabilah Nakha‘
Awalnya, Mālik Al-Asytar berasal dari Yaman dan tumbuh menjadi seorang pejuang tangguh. Beliau mendapatkan gelar Al-Asytar karena matanya pernah terluka dalam Perang Yarmuk saat melawan pasukan Romawi. Keberanian beliau dalam membela Islam merupakan cermin dari semangat jihad yang Al-Quran ajarkan. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (QS. Ash-Shaff: 4).
Oleh karena itu, Mālik selalu berada di barisan terdepan dalam setiap pertempuran besar. Beliau mengabdikan seluruh kekuatan fisiknya demi menjaga kedaulatan kaum Muslimin dari berbagai ancaman.
Kesetiaan Kepada Pemimpin yang Adil
Selanjutnya, Mālik Al-Asytar menunjukkan loyalitas yang luar biasa kepada Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه. Beliau memahami bahwa ketaatan kepada pemimpin yang sah selama berada di atas kebenaran adalah kewajiban agama. Selain itu, beliau selalu menjadi tangan kanan Khalifah dalam menghadapi berbagai fitnah yang melanda umat pada masa itu.
Mālik memegang teguh prinsip bahwa kemuliaan hanya dapat tercapai dengan mengikuti petunjuk Allah ﷻ serta Rasul-Nya. Beliau senantiasa mengingat hadits Nabi ﷺ tentang pentingnya menjaga persatuan. Abdullah bin Umar رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
عَلَيْكَ السَّمْعَ وَالطَّاعَةَ فِي عُسْرِكَ وَيُسْرِكَ وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَهِكَ وَأَثَرَةٍ عَلَيْكَ
Wajib bagimu untuk mendengar dan taat (kepada pemimpin) dalam keadaan sulitmu, mudahmu, saat engkau bersemangat, saat engkau terpaksa, dan bahkan saat hakmu diambil (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, Mālik tidak pernah ragu dalam menjalankan perintah Khalifah. Beliau mengedepankan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri.
Kepemimpinan dan Akhlak yang Mulia
Kemudian, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه memberikan kepercayaan kepada Mālik untuk menjabat sebagai gubernur di wilayah Mesir. Khalifah Ali bahkan memberikan wasiat tertulis yang sangat terkenal mengenai cara memimpin rakyat dengan penuh kasih sayang. Mālik sangat menyadari bahwa kekuasaan hanyalah amanah yang akan mendapat pertanggungjawaban berat.
Amanah tersebut menuntut seorang pemimpin untuk bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang lemah. Sebagaimana Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ
Ya Allah, barangsiapa yang memimpin urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulitlah dia. Dan barangsiapa yang memimpin urusan umatku lalu dia bersikap lembut kepada mereka, maka bersikap lembutlah kepadanya (HR. Muslim).
Akhir Hayat Sang Panglima
Akhirnya, Mālik Al-Asytar menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju Mesir pada tahun 38 Hijriah. Beliau wafat karena racun yang diberikan oleh pihak yang membencinya sebelum sampai ke tempat tujuan. Kematian beliau membawa duka yang sangat mendalam bagi Khalifah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.
Meskipun raganya telah tiada, namun semangat keberaniannya tetap abadi dalam catatan sejarah. Kehidupan beliau memberikan pelajaran bahwa kesetiaan serta keberanian harus selalu berlandaskan pada keimanan yang kokoh kepada Allah ﷻ. Selain itu, beliau membuktikan bahwa pengabdian tulus kepada pemimpin yang adil akan membuahkan nama harum yang tidak akan pernah hilang.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



