Konsistensi Ibadah di Pekan Pertama Ramadhan

Pekan pertama Ramadhan sering kali menjadi fase penyesuaian yang sangat krusial bagi setiap Muslim. Pada masa ini, semangat biasanya masih berkobar sangat tinggi untuk menjalankan berbagai macam amal saleh. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana kita menjaga ritme ibadah agar tetap stabil dan tidak menurun seiring berjalannya waktu.

Menjaga Semangat Amal yang Berkelanjutan

Islam sangat mencintai amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun jumlahnya sedikit. Oleh karena itu, kita tidak perlu memaksakan diri melakukan ibadah yang luar biasa berat jika akhirnya justru membuat kita jenuh. Fokus utama kita adalah membentuk kebiasaan baik yang dapat bertahan hingga akhir bulan suci nanti.

Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk berharga mengenai cara mencintai sebuah amal ibadah. Sebagaimana penuturan Ibunda Aisyah رضي الله عنها, beliau ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahaya Sifat Futur dalam Beribadah

Selanjutnya, kita harus mewaspadai datangnya rasa malas atau futur setelah melewati beberapa hari pertama. Sering kali, masjid mulai tampak lengang ketika semangat awal mulai memudar karena rasa lelah yang menghampiri. Namun, seorang mukmin yang cerdas akan tetap memegang teguh komitmennya demi meraih ridha Allah ﷻ.

Sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash رضي الله عنهما meriwayatkan sebuah pesan penting dari Nabi ﷺ:

لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَةُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ

Setiap amal itu ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat itu ada masa jenuhnya. Maka barangsiapa yang masa jenuhnya tetap dalam sunnahku, sungguh ia telah beruntung (HR. Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’).

Dengan demikian, saat rasa jenuh itu datang, pastikan kita tetap menjalankan kewajiban dan ibadah sunnah yang pokok. Jangan sampai rasa malas membuat kita meninggalkan kebiasaan baik yang sudah kita mulai sejak hari pertama.

Mengatur Strategi Agar Tetap Istiqamah

Strategi terbaik untuk menjaga konsistensi adalah dengan mengatur waktu antara aktivitas dunia dan akhirat secara seimbang. Kita perlu menyadari bahwa tubuh juga memiliki hak untuk beristirahat agar stamina tetap terjaga dengan baik. Maka dari itu, buatlah jadwal harian yang realistis agar target bacaan Al-Qur’an dan shalat malam tetap terpenuhi.

Allah ﷻ memberikan motivasi bagi orang-orang yang tetap teguh dalam pendiriannya melalui firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا

Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih (QS. Fussilat: 30).

Akhirnya, marilah kita memohon kekuatan kepada Allah ﷻ agar senantiasa diberikan keistiqamahan di pekan pertama ini. Semoga setiap langkah kecil yang kita ambil secara konsisten menjadi saksi keimanan kita di hadapan-Nya. Kesuksesan Ramadhan sangat bergantung pada seberapa kuat kita menjaga niat dan amal sejak awal perjalanan ini.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top