Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله

Pakar Waris dan Fakih Madinah

Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله menempati kedudukan yang sangat penting dalam jajaran “Tujuh Fakih Madinah” yang melegenda. Beliau lahir pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan رضي الله عنه di kota Madinah. Sebagai putra dari sahabat besar penulis wahyu, Zaid bin Tsabit رضي الله عنه, beliau mewarisi kecerdasan serta ketelitian ayahnya, terutama dalam ilmu faraidh (ilmu waris).

Mewarisi Kecerdasan Sang Penulis Wahyu

Awalnya, Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله menimba ilmu langsung di bawah bimbingan ayahnya yang sangat alim. Beliau sangat tekun mempelajari seluk-beluk pembagian harta warisan dan hukum-hukum fikih lainnya. Oleh karena itu, masyarakat Madinah mengakui beliau sebagai rujukan utama setelah wafatnya para sahabat senior. Allah ﷻ memuji hamba-Nya yang memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu agama melalui firman-Nya:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيراً

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh dia telah diberi kebaikan yang banyak (QS. Al-Baqarah: 269).

Selanjutnya, Kharijah tidak hanya menguasai teori, tetapi beliau juga sangat terampil dalam mempraktikkan pembagian waris di tengah masyarakat. Beliau sukses menjaga kemurnian ilmu faraidh yang ayahnya ajarkan, sehingga tradisi keilmuan keluarga Zaid bin Tsabit terus terjaga. Maka, para penuntut ilmu dari berbagai penjuru datang ke Madinah hanya untuk berguru langsung kepada beliau.

Peranan dalam Tujuh Fakih Madinah

Selain ahli waris, Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله juga memegang peranan kunci dalam dewan musyawarah para ulama Madinah. Beliau bersama enam fakih lainnya rutin melakukan diskusi untuk memecahkan berbagai persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat. Ketelitian beliau dalam memberikan fatwa membuat beliau sangat dihormati, bahkan oleh penguasa dan para khalifah.

Beliau meyakini bahwa menyampaikan ilmu merupakan amanah yang sangat besar dari Allah ﷻ. Sebagaimana Abdullah bin Amr رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau satu ayat (HR. Bukhari).

Oleh sebab itu, Kharijah selalu berupaya memberikan penjelasan yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Beliau lebih memilih untuk diam jika beliau belum yakin akan dasar hukum suatu perkara demi menjaga kehati-hatian dalam beragama. Ketawaduan ini beliau miliki agar setiap keputusan hukum yang keluar darinya benar-benar berlandaskan syariat yang shahih.

Integritas dan Ketaatan Beribadah

Kemudian, Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله juga dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menjauhi segala bentuk kemewahan duniawi yang dapat melalaikan hatinya dari mengingat Allah ﷻ. Beliau memahami betul bahwa kehidupan sejati adalah kehidupan akhirat, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (QS. Al-Hadid: 20).

Selanjutnya, ketaatan beliau dalam beribadah menjadi cermin bagi setiap muridnya agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akal semata. Beliau selalu menjaga shalat berjamaah serta rutin mengkhatamkan Al-Quran. Kedisiplinan beliau dalam beramal membuktikan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membuahkan ketakwaan di dalam hati pemiliknya.

Akhir Hayat Sang Penjaga Amanah

Pada akhirnya, Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله wafat di Madinah pada tahun 100 Hijriah pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz رحمه الله. Beliau meninggal dunia dengan meninggalkan warisan berupa murid-murid besar yang kelak menjadi rujukan umat Islam. Meskipun raga beliau telah tiada, namun metode pembagian waris serta fatwa-fatwanya tetap abadi dalam khazanah fikih Islam.

Seluruh perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran bahwa kemuliaan seseorang lahir dari ketekunannya dalam menjaga amanah keilmuan. Beliau membuktikan bahwa menjadi putra seorang sahabat besar adalah tanggung jawab untuk terus menyebarkan cahaya kebenaran. Walaupun zaman terus berganti, sosok Kharijah bin Zaid bin Tsabit رحمه الله akan selalu tercatat sebagai pakar waris terbaik di masa Tabi‘in.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top