Sang Pionir Iman dari Kalangan Bangsawan
Khālid bin Sa‘īd bin Al-Ash رضي الله عنه merupakan salah satu sahabat nabi yang masuk Islam pada masa-masa awal di Makkah (Assabiqunal Awwalun). Beliau berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang sangat kaya dan terpandang. Meskipun hidup dalam kemewahan, namun Khālid lebih memilih cahaya tauhid daripada tetap berada dalam kegelapan syirik bersama keluarganya.
Mimpi yang Membawa Hidayah
Awalnya, hidayah menyapa Khālid bin Sa‘īd رضي الله عنه melalui sebuah mimpi yang sangat menakjubkan. Beliau bermimpi berdiri di tepi jurang api yang sangat besar, lalu ayahnya mencoba mendorongnya ke dalam api tersebut. Namun, tiba-tiba Rasulullah ﷺ datang serta menarik pinggangnya hingga beliau selamat dari kobaran api. Oleh karena itu, beliau segera mencari keberadaan Nabi ﷺ dan langsung menyatakan keislamannya. Allah ﷻ berfirman mengenai perlindungan dari api neraka:
وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا
Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana (QS. Ali ‘Imran: 103).
Setelah masuk Islam, Khālid harus menghadapi siksaan yang sangat kejam dari ayahnya sendiri. Meskipun ayahnya mengurung serta membiarkannya kelaparan di bawah terik matahari, namun iman Khālid tidak pernah goyah sedikit pun.
Ketulusan dalam Berhijrah dan Berjihad
Selanjutnya, karena tekanan di Makkah semakin berat, Khālid bin Sa‘īd رضي الله عنه memimpin rombongan hijrah kedua menuju negeri Habasyah. Beliau menetap di sana dalam waktu yang cukup lama untuk menjaga agama serta keselamatan kaum Muslimin. Setelah kembali dari Habasyah, beliau segera bergabung dengan Rasulullah ﷺ di Madinah dan ikut serta dalam berbagai peperangan besar.
Beliau memahami betul bahwa perjuangan di jalan Allah ﷻ merupakan perdagangan yang paling menguntungkan. Hal ini sesuai dengan hadits yang Abu Hurairah رضي الله عنه riwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا
Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadhan, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga, baik ia berjihad di jalan Allah atau hanya tinggal di tanah kelahirannya (HR. Bukhari).
Oleh sebab itu, Khālid senantiasa mengutamakan kepentingan akhirat daripada urusan duniawi. Beliau juga terkenal sebagai salah satu penulis surat resmi bagi Rasulullah ﷺ karena kecakapannya dalam berliterasi.
Kepercayaan Rasulullah ﷺ sebagai Gubernur
Kemudian, Rasulullah ﷺ memberikan kepercayaan kepada Khālid bin Sa‘īd رضي الله عنه untuk menjabat sebagai gubernur di wilayah Yaman. Beliau memimpin dengan penuh amanah serta keadilan hingga Nabi ﷺ wafat. Selain itu, beliau selalu mengedepankan akhlak mulia dalam setiap kebijakan yang beliau ambil bagi penduduk Yaman.
Amanah merupakan beban yang sangat berat bagi setiap pemimpin di hari kiamat. Sebagaimana Abu Dzarr رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, dan pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan serta penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan hak dan menunaikan kewajiban di dalamnya (HR. Muslim).
Syahid di Medan Perang Marjush Shuffar
Akhirnya, Khālid bin Sa‘īd رضي الله عنه meraih cita-cita tertingginya, yaitu mati syahid di jalan Allah ﷻ. Beliau gugur dalam peperangan melawan pasukan Romawi di wilayah Marjush Shuffar, Syam, pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه. Meskipun beliau telah wafat, namun sejarah akan selalu mengenang beliau sebagai pionir iman yang sangat tangguh.
Seluruh umat Islam dapat mengambil pelajaran dari keteguhan hati Khālid dalam mempertahankan keyakinan. Selain itu, kehidupan beliau membuktikan bahwa kemuliaan nasab tidak ada artinya tanpa adanya hiasan iman dan takwa kepada Allah ﷻ. Walaupun beliau berasal dari keluarga penentang Islam, namun beliau sukses menjadi pembela agama yang sejati.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



