Doa Memohon Keberkahan Waktu

Setiap Muslim menyadari bahwa waktu adalah aset paling berharga yang tidak akan pernah kembali lagi. Ketika kita berada di penghujung bulan Sya’ban, permohonan agar Allah ﷻ memberkahi sisa usia menjadi sangat krusial. Keberkahan waktu bukan berarti jumlah jam yang bertambah, melainkan banyaknya amal shalih yang mampu kita kerjakan dalam durasi yang singkat.

Hakikat Berkah dalam Usia

Keberkahan waktu bermakna adanya pertambahan kebaikan dan manfaat dalam setiap detik yang hamba lalui di dunia. Seorang yang mendapatkan berkah waktu akan merasa hidupnya penuh dengan ketaatan serta jauh dari kesia-siaan yang merugikan. Allah ﷻ memerintahkan kita untuk senantiasa memperhatikan bekal yang telah kita siapkan untuk hari esok yang abadi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Hasyr: 18).

Doa Memohon Ketetapan Iman

Rasulullah ﷺ sering kali melangitkan doa agar hati beliau senantiasa teguh di atas agama dan ketaatan kepada-Nya. Kekuatan untuk memanfaatkan waktu Sya’ban dan Ramadhan dengan maksimal sangat bergantung pada hidayah yang Allah ﷻ berikan ke dalam jiwa. Melalui penuturan sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه, kita belajar tentang pentingnya memohon ketetapan hati agar waktu kita tidak terbuang dalam kemaksiatan.

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Dari Anas رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ sering mengucapkan doa: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. (HR. At-Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi nomor 2140).

Selanjutnya, kita perlu menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah ﷻ, manusia akan sangat mudah terjebak dalam kelalaian yang membinasakan. Doa merupakan senjata utama bagi seorang mukmin agar setiap tarikan nafasnya bernilai ibadah yang mulia. Maka dari itu, marilah kita perbanyak rintihan hati di akhir bulan Sya’ban ini agar kita sampai pada bulan Ramadhan dengan kondisi terbaik.

Memanfaatkan Waktu Sehat dan Senggang

Kita sering kali baru menyadari berharganya waktu ketika nikmat kesehatan atau kesempatan tersebut mulai hilang dari kehidupan. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras bahwa banyak manusia yang tertipu dan merugi karena menyia-nyiakan dua nikmat besar ini. Oleh karena itu, mari kita gunakan sisa hari ini untuk melakukan perbaikan diri secara totalitas sebelum panggilan Ramadhan benar-benar tiba.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya adalah kesehatan dan waktu luang. (HR. Bukhari nomor 6412).

Apabila Allah ﷻ memberkahi waktu kita, maka urusan dunia yang rumit akan menjadi mudah dan lancar tanpa beban. Kekuatan doa di akhir penantian ini akan menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan yang mungkin selama ini tertutup rapat. Jadi, marilah kita terus mengetuk pintu langit agar Allah ﷻ menjadikan setiap sisa usia kita sebagai ladang pahala yang terus mengalir.

Penutup Rangkaian Persiapan Sya’ban

Memohon keberkahan waktu adalah bentuk tawakal yang paling tinggi karena kita mengakui kelemahan diri di hadapan Sang Pencipta. Sya’ban telah memberikan pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan kesabaran dalam menata hati menuju bulan penuh ampunan. Semoga Allah ﷻ memberkahi waktu kita semua dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar dalam kondisi iman yang sempurna.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top