Doa-doa Mustajab di Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang Allah ﷻ muliakan di dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, kehadiran bulan ini menjadi momentum istimewa bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal shalih. Selain meningkatkan kualitas ibadah fisik, kita juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kepada Sang Pencipta. Sebab, pada waktu-waktu yang mulia ini, Allah ﷻ memberikan kesempatan yang lebih luas bagi hamba-Nya untuk meraih keberkahan melalui doa.


Keagungan Bulan Rajab dalam Syariat

Sebagai bagian dari bulan-bulan haram, Rajab memiliki kehormatan yang sangat besar sejak zaman dahulu. Allah ﷻ melarang hamba-Nya untuk melakukan kezaliman, terutama pada bulan-bulan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa segala ketaatan yang kita lakukan akan mendapatkan nilai yang tinggi, demikian pula dengan doa yang kita panjatkan.

Allah ﷻ berfirman mengenai kemuliaan bulan-bulan haram:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. (QS. At-Taubah: 36)

Oleh sebab itu, kesadaran akan kemuliaan waktu ini seharusnya mendorong kita untuk lebih bersungguh-sungguh dalam meminta kebaikan dunia maupun akhirat.

Kekuatan Doa sebagai Inti Ibadah

Selanjutnya, kita perlu memahami bahwa doa adalah ruh dari penghambaan kita kepada Allah ﷻ. Dalam kondisi apa pun, seorang muslim tidak boleh merasa cukup sehingga enggan untuk meminta petunjuk dan pertolongan-Nya. Terlebih lagi, Allah ﷻ sangat mencintai hamba-Nya yang merendahkan diri dan terus mengetuk pintu rahmat-Nya melalui kalimat-kalimat yang tulus.

Sahabat An-Nu’man bin Bashir رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Doa itu adalah ibadah. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Shahihul Jami’)

Kemudian, karena Rajab adalah pembuka menuju bulan Ramadhan, maka doa-doa kita sebaiknya berfokus pada permohonan ampunan dan keberkahan usia.

Doa-doa Pilihan untuk Diamalkan

Meskipun tidak ada teks doa khusus yang hanya boleh dibaca pada bulan Rajab, namun kita dapat mengamalkan doa-doa umum yang sangat masyhur kekuatannya. Berikut adalah beberapa doa mustajab yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah:

1. Doa Memohon Keberkahan dan Ampunan

Kita sangat butuh keberkahan dalam setiap waktu yang kita lalui. Salah satu doa yang sangat relevan adalah memohon ketetapan iman dan keberkahan hidup. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan sebuah doa yang sering dipanjatkan untuk memohon pertolongan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan, baik yang lekas (di dunia) maupun yang tertunda (di akhirat). (HR. Ahmad, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Shahihul Jami’)

2. Doa Memohon Kemudahan Urusan

Bulan Rajab adalah saat yang tepat untuk menata kembali urusan hidup kita. Maka dari itu, bacalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya agar segala kesulitan menjadi mudah.

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan) itu mudah jika Engkau menghendaki. (HR. Ibnu Hibban, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam As-Silsilah Ash-Shahihah)

Menjaga Adab agar Doa Dikabulkan

Namun, perlu diingat bahwa agar doa kita menembus langit, kita harus memperhatikan adab-adabnya secara serius. Pertama, mulailah doa dengan memuji Allah ﷻ dan bershalawat kepada Nabi ﷺ. Kedua, pastikanlah makanan dan harta yang kita miliki berasal dari jalan yang halal. Ketiga, hadirkanlah hati yang penuh keyakinan bahwa Allah ﷻ pasti mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Lebih lanjut, janganlah kita terburu-buru dalam meminta hasil. Sebab, Allah ﷻ paling tahu waktu yang paling tepat untuk memberikan apa yang kita butuhkan. Teruslah konsisten dalam berdoa, terutama di waktu sepertiga malam terakhir, karena waktu tersebut merupakan saat-saat paling mustajab untuk berkomunikasi dengan Sang Khaliq.

Kesimpulan

Akhirnya, mari kita manfaatkan sisa waktu di bulan Rajab ini untuk memperbanyak istighfar dan doa. Dengan menanam benih ketaatan sekarang, insya Allah kita akan memanen kemanisan iman di bulan Ramadhan nanti. Semoga Allah ﷻ senantiasa mengabulkan doa-doa kita dan membimbing kita menuju jalan-Nya yang lurus.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top