Bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan yang Allah ﷻ berikan kepada hamba-hamba-Nya untuk memperbanyak permohonan. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk memanjatkan doa. Allah ﷻ sangat menyukai hamba yang senantiasa meminta dan bersandar hanya kepada-Nya dalam setiap urusan.
Jaminan Terkabulnya Doa Orang yang Berpuasa
Setiap detik di bulan Ramadhan sebenarnya memiliki nilai yang sangat istimewa bagi seorang mukmin. Namun, orang yang sedang menjalankan ibadah puasa memiliki kedudukan khusus sehingga doa-doanya sulit tertolak. Allah ﷻ menjanjikan kemudahan bagi siapa saja yang memohon dengan penuh keikhlasan.
Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Ada tiga golongan yang tidak akan tertolak doa mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizhalimi (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Hasan. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).
Oleh sebab itu, kita harus membiasakan diri untuk terus berdoa sepanjang hari saat perut sedang menahan lapar. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan kita kepada Allah ﷻ jauh lebih besar daripada kebutuhan terhadap makanan.
Keajaiban Berdoa di Waktu Sahur
Waktu sahur bukan hanya sekadar saat untuk mengisi tenaga bagi fisik kita sebelum berpuasa. Lebih dari itu, sepertiga malam terakhir merupakan waktu ketika Allah ﷻ turun ke langit dunia untuk mengabulkan hajat hamba-Nya. Maka dari itu, sangat rugi jika kita melewatkan waktu fajar tanpa memohon ampunan.
Berdasarkan riwayat sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni (HR. Bukhari dan Muslim).
Meraih Keberkahan Saat Berbuka
Selanjutnya, waktu yang paling krusial untuk berdoa adalah sesaat sebelum kita membatalkan puasa. Pada momen tersebut, jiwa kita berada dalam titik ketundukan yang paling tinggi di hadapan Allah ﷻ. Jadi, gunakanlah menit-menit berharga sebelum azan Maghrib untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat.
Allah ﷻ berfirman mengenai kedekatan-Nya dengan hamba yang berdoa:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku (QS. Al-Baqarah: 186).
Akhirnya, marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai sarana untuk memperkuat hubungan komunikasi dengan Sang Khalik. Fokuslah pada waktu-waktu mustajab agar setiap keinginan kita mendapatkan ridha dari Allah ﷻ. Semoga Allah ﷻ mengabulkan semua doa tulus yang kita panjatkan dengan penuh keyakinan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|
