Pendahuluan
Peristiwa turunnya wahyu pertama adalah momen agung dalam sejarah umat manusia. Saat itu, Allah ﷻ mengangkat Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul terakhir untuk menyampaikan risalah Islam. Awal turunnya wahyu di gua Hira menjadi titik awal perubahan besar bagi dunia, membawa cahaya petunjuk setelah kegelapan jahiliyah.
Wahyu Pertama di Gua Hira
Nabi Muhammad ﷺ sering menyendiri di gua Hira untuk bertafakur dan menjauhi praktik jahiliyah kaumnya. Hingga pada suatu malam, datanglah Malaikat Jibril عليه السلام dengan membawa perintah pertama dari Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ • خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ • اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ • الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ • عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Ayat ini menegaskan bahwa risalah Islam dimulai dengan ilmu, bacaan, dan pengajaran.
Reaksi Rasulullah ﷺ dan Dukungan Khadijah رضي الله عنها
Ketika wahyu pertama turun, Rasulullah ﷺ pulang dalam keadaan takut dan tubuhnya gemetar. Beliau berkata kepada Khadijah رضي الله عنها: “Zammiluni, zammiluni (Selimuti aku, selimuti aku).”
Dalam hadits sahih disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِنَ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ … فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فَقَالَ: اقْرَأْ … فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ، فَدَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ رضي الله عنها فَقَالَ: زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي … فَقَالَتْ خَدِيجَةُ: كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا
Dari ‘Aisyah رضي الله عنها berkata: Wahyu pertama yang datang kepada Rasulullah ﷺ adalah mimpi yang benar … kemudian datang malaikat kepadanya seraya berkata: “Bacalah.” … Maka Rasulullah ﷺ pulang dalam keadaan gemetar, lalu masuk menemui Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها seraya berkata: “Selimuti aku, selimuti aku.” … Maka Khadijah berkata: “Sekali-kali tidak! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya.” (HR. Bukhari no. 3, Muslim no. 160)
Khadijah رضي الله عنها menenangkan beliau dan menguatkan hatinya dengan keyakinan bahwa Allah ﷻ tidak akan menelantarkan orang sebaik beliau.
Tugas Besar Sebagai Nabi dan Rasul
Dengan turunnya wahyu pertama, Rasulullah ﷺ resmi diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Tugas beliau adalah menyampaikan risalah tauhid, mengajarkan syariat, serta memperbaiki akhlak manusia.
Beliau ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad no. 8952, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Hikmah Awal Turunnya Wahyu
-
Pentingnya ilmu dan bacaan. Wahyu pertama dimulai dengan perintah membaca.
-
Peran keluarga dalam dakwah. Khadijah رضي الله عنها menjadi pendukung pertama dakwah Nabi ﷺ.
-
Ketenangan dari Allah ﷻ. Walaupun Rasulullah ﷺ merasa takut, Allah ﷻ menenangkan hatinya dan mempersiapkan beliau untuk risalah besar.
Penutup
Awal turunnya wahyu adalah titik awal perubahan besar bagi umat manusia. Dari gua Hira, cahaya Islam terpancar ke seluruh dunia. Peristiwa ini mengajarkan pentingnya ilmu, keteguhan hati, dan dukungan keluarga dalam menjalani amanah dakwah.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|