‘Alqamah bin Qais رحمه الله

Pewaris Ilmu Ibnu Mas’ud dan Guru Para Ulama

‘Alqamah bin Qais bin ‘Abdullah An-Nakha‘i Al-Kufi merupakan salah satu tokoh paling menonjol dari generasi Tabi’in. Beliau lahir pada masa hidup Rasulullah ﷺ namun tidak sempat bertemu langsung dengan beliau, sehingga beliau termasuk kategori Tabi’in senior. Umat Islam mengenal ‘Alqamah sebagai orang yang paling mirip dengan sahabat Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه dalam hal sifat, perilaku, dan kedalaman ilmu.

Kedudukan Ilmu dan Hubungan dengan Para Sahabat

‘Alqamah bin Qais رحمه الله menimba ilmu dari para sahabat besar seperti Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Aisyah رضي الله عنهم. Namun, beliau memiliki hubungan keilmuan yang paling erat dengan Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه. Setelah para sahabat wafat, beliau menetap di Kufah dan menjadi rujukan utama bagi penduduk di sana.

Kapasitas keilmuan beliau mendapatkan pengakuan luas dari berbagai pihak. Ibrahim An-Nakha‘i menceritakan bahwa para sahabat Nabi ﷺ sendiri bahkan sering bertanya kepada ‘Alqamah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya belajar kepada orang-orang yang memiliki sanad ilmu bersambung kepada Rasulullah ﷺ. Allah ﷻ berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui (An-Nahl: 43).

Penjaga Sunnah dan Ahli Ibadah yang Teliti

Beliau memegang teguh Sunnah secara ketat serta menjauhi segala perkara bid’ah yang merusak agama. Dalam meriwayatkan hadits, beliau menunjukkan ketelitian yang sangat tinggi. Salah satu riwayat penting yang beliau sampaikan dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه berisi tentang larangan mengubah ciptaan Allah ﷻ demi kecantikan semata.

Dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang meminta disambung rambutnya, wanita yang mencabut bulu alis dan yang meminta dicabut bulu alisnya, serta wanita yang merenggangkan gigi untuk kecantikan yang mengubah ciptaan Allah (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain ahli hadits, ‘Alqamah memiliki suara yang sangat merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه sering meminta ‘Alqamah membacakan Al-Quran untuknya karena bacaannya sangat menyentuh hati. Ternyata, bacaan beliau bukan hanya indah secara suara, tetapi juga sangat sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Keteladanan dalam Zuhud dan Wara’

Meskipun memiliki ilmu yang sangat luas, ‘Alqamah bin Qais رحمه الله tetap menjadi sosok yang rendah hati. Beliau sangat menjauhi kemegahan dunia serta tidak menyukai keramaian yang memuja dirinya sendiri. Jika orang-orang mulai berkumpul dan mengikuti langkahnya, beliau akan segera berpencar agar tidak menjadi pusat perhatian publik.

Sikap zuhud tersebut merupakan perwujudan nyata dari peringatan Allah ﷻ di dalam Al-Quran:

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Qashash: 83).

Selanjutnya, beliau selalu waspada terhadap segala fitnah harta maupun jabatan yang bisa melalaikan hati. Kedekatan dengan ilmu justru membuat beliau merasa semakin kecil dan tidak berarti di hadapan Allah ﷻ. Karakter kuat inilah yang membuat ilmu beliau memberikan manfaat luas dan penuh keberkahan bagi umat.

Wafatnya Sang Imam di Kota Kufah

‘Alqamah bin Qais رحمه الله wafat di Kufah sekitar tahun 62 Hijriah. Beliau meninggalkan warisan ilmu yang sangat besar bagi madrasah Kufah yang kemudian melahirkan ulama-ulama besar generasi berikutnya. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, beliau berpesan agar jenazahnya segera dimakamkan tanpa perlu pengumuman yang berlebihan.

Akhirnya, kisah hidup beliau mengajarkan kita tentang pentingnya integritas antara ilmu, ibadah, dan akhlak yang mulia. Kita harus meneladani kegigihan beliau dalam menjaga kemurnian Sunnah Nabi ﷺ di tengah berbagai arus pemikiran. Semoga Allah ﷻ merahmati Imam ‘Alqamah bin Qais dan menempatkan beliau di kedudukan yang mulia di sisi-Nya.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top