Al-Laits bin Sa‘d رحمه الله

Sang Imam Mesir yang Dermawan dan Alim

Al-Laits bin Sa‘d رحمه الله lahir di Qalqasyandah, Mesir, pada tahun 94 Hijriah. Beliau tumbuh menjadi sosok ulama besar yang menguasai berbagai disiplin ilmu agama, terutama fikih dan hadits. Sejarah mencatat beliau sebagai salah satu mujtahid besar yang tingkat keilmuannya setara dengan Imam Malik bin Anas. Selain kecerdasannya, beliau memiliki kepribadian yang sangat mulia serta kedermawanan yang melegenda di seluruh penjuru negeri.

Kedalaman Ilmu dan Ketajaman Fikih

Awalnya, Al-Laits bin Sa‘d رحمه الله menimba ilmu dari para ulama terkemuka di Mesir, Hijaz, dan Irak. Beliau sangat tekun mendalami Al-Quran dan Sunnah hingga beliau sukses menjadi rujukan utama bagi umat Islam pada zamannya. Allah ﷻ menjanjikan derajat yang tinggi bagi hamba-Nya yang berilmu melalui firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11).

Selanjutnya, Imam Syafi’i sendiri pernah memuji bahwa Al-Laits sebenarnya lebih faqih (paham fikih) daripada Imam Malik. Namun, murid-murid beliau tidak membukukan pendapat-pendapat beliau sebagaimana murid para imam madzhab lainnya. Meskipun demikian, pengaruh pemikiran fikih beliau tetap abadi dalam khazanah keilmuan Islam hingga saat ini. Beliau memahami bahwa dasar setiap amalan harus merujuk pada dalil yang shahih agar mendapatkan keridhaan Allah ﷻ.

Kedermawanan yang Melampaui Batas

Selain ahli ilmu, Al-Laits bin Sa‘d رحمه الله merupakan seorang pedagang sukses yang sangat kaya raya. Beliau menggunakan seluruh kekayaannya untuk membantu para penuntut ilmu, kaum fakir miskin, dan para ulama lainnya. Beliau meyakini bahwa harta adalah titipan Allah ﷻ yang harus mendatangkan manfaat bagi orang banyak. Sebagaimana Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang melapangkan satu kesulitan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan satu kesulitannya di hari kiamat (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, beliau sering mengirimkan bantuan dalam jumlah besar kepada Imam Malik di Madinah tanpa mengharap balasan. Beliau sukses membuktikan bahwa seorang mukmin dapat menggabungkan antara kekayaan duniawi dengan kesalehan batin yang tinggi. Sifat wara’ yang beliau miliki menjadikannya pribadi yang sangat disegani oleh para penguasa Bani Abbasiyah maupun rakyat jelata. Beliau berhasil menunjukkan bahwa kemuliaan sejati terletak pada sejauh mana seseorang memberikan manfaat kepada sesama.

Penjaga Sunnah dan Kebenaran

Kemudian, sisi lain yang sangat menonjol dari Al-Laits bin Sa‘d رحمه الله adalah ketegasannya dalam menjaga kemurnian Sunnah. Beliau sangat teliti dalam meriwayatkan hadits agar tidak ada kepalsuan yang masuk ke dalam ajaran agama. Beliau memegang teguh kejujuran sebagai fondasi utama dalam berdakwah dan mengajar masyarakat Mesir. Allah ﷻ berfirman mengenai perintah untuk berkata benar:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (QS. Al-Ahzab: 70).

Oleh karena itu, kewibawaan beliau sebagai pemimpin ulama di Mesir tidak tertandingi oleh siapa pun pada masanya. Beliau sukses menanamkan nilai-nilai keadilan dalam setiap fatwa yang beliau keluarkan untuk masyarakat luas. Beliau juga terkenal sebagai pribadi yang sangat sabar dalam menghadapi berbagai perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Pengabdian beliau selama puluhan tahun telah menjadikan Mesir sebagai mercusuar ilmu yang sangat terang di dunia Islam. Beliau berhasil mendidik generasi yang mencintai kebenaran dan menjunjung tinggi kehormatan sesama Muslim.

Wafatnya Sang Pencerah Negeri Mesir

Pada akhirnya, Al-Laits bin Sa‘d رحمه الله wafat pada hari Jumat di bulan Sya’ban tahun 175 Hijriah. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang amat mendalam bagi penduduk Mesir yang merasa sangat kehilangan sosok pelindung. Meskipun jasad beliau telah tiada, namun teladan kedermawanan dan keluasan ilmunya tetap menjadi inspirasi abadi.

Seluruh perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran berharga bahwa ilmu dan harta harus membawa manfaat bagi akhirat. Beliau membuktikan bahwa ketaatan yang tulus kepada Allah ﷻ akan mendatangkan kecintaan di hati seluruh umat manusia. Walaupun zaman terus berganti, sosok Al-Laits bin Sa‘d akan selalu sejarah kenang sebagai cahaya dari tanah Mesir.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top