Abdullah bin Busr رضي الله عنه

Sahabat yang Diberkahi dan Berumur Panjang

Abdullah bin Busr Al-Mazini رضي الله عنه merupakan salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang berasal dari kabilah Bani Mazin. Beliau populer sebagai sosok yang memiliki umur panjang serta mendapatkan doa khusus langsung dari lisan Rasulullah ﷺ. Setelah Rasulullah ﷺ wafat, beliau menetap di wilayah Syam guna menyebarkan cahaya ilmu bagi penduduk di sana hingga akhir hayatnya.

Rahasia Keberkahan Doa dari Rasulullah ﷺ

Keluarga Abdullah bin Busr رضي الله عنه memiliki kedekatan yang istimewa karena mereka sangat mencintai Rasulullah ﷺ. Ayah beliau, Busr رضي الله عنه, pernah mengundang Rasulullah ﷺ ke rumah mereka untuk menikmati hidangan makanan. Setelah selesai makan, Rasulullah ﷺ membalas kebaikan tersebut dengan mendoakan keluarga tersebut agar mendapatkan keberkahan melimpah. Allah ﷻ pun memerintahkan hamba-Nya untuk saling mendoakan kebaikan:

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka (At-Taubah: 103).

Ternyata, berkat keberkahan doa Nabi ﷺ tersebut, Abdullah bin Busr رضي الله عنه mendapatkan karunia umur yang sangat panjang. Meskipun usianya telah melewati seratus tahun, wajah beliau tetap tampak berseri-seri dan penuh kesehatan. Hal ini membuktikan bahwa doa orang-orang saleh, terutama doa Rasulullah ﷺ, memiliki pengaruh yang nyata dalam kehidupan seorang hamba.

Warisan Hadits tentang Keutamaan Zikir

Sebagai seorang murid langsung dari sekolah kenabian, Abdullah bin Busr رضي الله عنه banyak meriwayatkan petunjuk penting bagi umat Islam. Salah satu haditsnya yang sangat masyhur berisi tentang rahasia agar hati hamba selalu tenang di tengah kesibukan duniawi. Beliau menyampaikan pesan Rasulullah ﷺ agar manusia senantiasa menjaga lisannya dengan zikir.

Dari Abdullah bin Busr رضي الله عنه, ada seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam telah banyak bagiku, maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh. Beliau ﷺ bersabda:

لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Selanjutnya, hadits ini menjadi pedoman utama bagi kaum Muslimin agar tetap terhubung dengan Sang Pencipta dalam kondisi apa pun. Zikir bukan hanya tentang ucapan lisan, melainkan sarana untuk menghidupkan hati agar tidak gersang. Melalui riwayat beliau, kita belajar bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kedekatan hamba dengan Allah ﷻ.

Menjadi Rujukan Ilmu Terakhir di Negeri Syam

Abdullah bin Busr رضي الله عنه memutuskan untuk pindah ke kota Hims, Syam, guna melanjutkan perjuangan dakwah. Beliau tercatat sebagai salah satu sahabat terakhir yang wafat di wilayah tersebut sehingga kehadirannya menjadi berkah luar biasa bagi para Tabi’in. Beliau selalu menekankan pentingnya mengikuti Sunnah dan menjauhi keraguan dalam beragama. Keteladanan ini sejalan dengan firman Allah ﷻ:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah (Al-Ahzab: 21).

Wafatnya Sang Pemilik Wajah Berseri

Abdullah bin Busr رضي الله عنه wafat pada masa pemerintahan Khalifah bin Abdul Malik dalam usia sekitar 100 tahun. Beliau meninggal dalam keadaan yang sangat baik serta meninggalkan warisan ilmu yang tak ternilai harganya bagi generasi sesudahnya. Kisah hidup beliau mengajarkan kita bahwa umur yang panjang merupakan nikmat besar jika kita menggunakannya untuk ketaatan.

Akhirnya, mari kita teladani semangat beliau dalam menjaga lisan agar selalu basah dengan kalimat-kalimat tayyibah. Umur hanyalah angka, namun kualitas pengabdian kitalah yang akan menentukan kedudukan kita di sisi Allah ﷻ kelak. Semoga Allah ﷻ mengaruniakan kita keberkahan umur sebagaimana yang Dia berikan kepada sahabat Abdullah bin Busr Al-Mazini.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top