Pakar Hadits dan Sejarawan Ulung Madinah
Aban bin Utsman bin Affan رحمه الله menempati posisi yang sangat terhormat dalam jajaran ulama Tabi‘in di Madinah. Beliau merupakan putra dari Khalifah ketiga, Utsman bin Affan رضي الله عنه. Selain mewarisi kemuliaan nasab, beliau juga tumbuh menjadi salah satu ulama besar yang menguasai bidang hadits, fikih, serta sejarah peperangan Nabi ﷺ (Maghazi).
Kedalaman Ilmu dan Ketelitian Riwayat
Awalnya, Aban bin Utsman رحمه الله menimba ilmu langsung dari ayahnya serta para sahabat besar lainnya di Madinah. Beliau sangat terkenal karena ketelitiannya dalam meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, para ulama sezamannya sering kali merujuk kepada beliau untuk memastikan keabsahan suatu riwayat. Allah ﷻ memuji orang-orang yang senantiasa menjaga kebenaran dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (QS. At-Taubah: 119).
Selanjutnya, penguasaan beliau terhadap ilmu Maghazi menjadikan beliau sebagai salah satu pelopor penulisan sejarah Islam. Beliau sukses menyusun catatan mengenai kehidupan dan perjuangan Rasulullah ﷺ secara sistematis. Maka, banyak sejarawan besar setelahnya, seperti Ibnu Ishaq, yang mengambil faedah ilmu dari catatan sejarah yang beliau susun.
Kepemimpinan yang Berlandaskan Keadilan
Selain cerdas dalam ilmu agama, Aban bin Utsman رحمه الله juga memiliki kecakapan dalam bidang pemerintahan. Khalifah Abdul Malik bin Marwan memberikan kepercayaan kepada beliau untuk menjabat sebagai gubernur Madinah selama tujuh tahun. Selama masa jabatannya, beliau memimpin rakyatnya dengan penuh keadilan serta tetap menjaga kedekatan dengan para ulama.
Beliau meyakini bahwa jabatan adalah amanah yang sangat berat di hadapan Allah ﷻ. Sebagaimana Abdullah bin Umar رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh sebab itu, Aban tetap menjaga sifat tawadunya meskipun beliau memiliki kekuasaan besar. Beliau sering kali duduk bersama masyarakat di Masjid Nabawi untuk mengajarkan hadits tanpa membeda-bedakan status sosial. Integritas beliau sebagai pemimpin sekaligus ulama menjadikannya sosok yang sangat dicintai oleh penduduk Madinah.
Kesabaran dalam Menghadapi Ujian
Kemudian, sejarah mencatat bahwa Aban bin Utsman رحمه الله mengalami ujian fisik berupa penyakit lumpuh dan gangguan pendengaran di masa tuanya. Namun, keterbatasan fisik tersebut sama sekali tidak melunturkan semangat beliau untuk terus menyebarkan ilmu. Beliau justru semakin tekun dalam beribadah serta tetap konsisten mengajar para muridnya dengan penuh kesabaran. Allah ﷻ berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) (QS. Al-Baqarah: 155-156).
Oleh karena itu, beliau tetap menjadi rujukan utama bagi para penuntut ilmu meskipun dalam kondisi sakit. Beliau mengajarkan bahwa rintangan duniawi jangan sampai menghalangi seseorang untuk mengabdi kepada agama. Ketabahan beliau menghadapi ujian hidup ini menjadi inspirasi yang sangat kuat bagi generasi setelahnya.
Akhir Hayat dan Warisan Keilmuan
Pada akhirnya, Aban bin Utsman bin Affan رحمه الله wafat di Madinah pada tahun 105 Hijriah. Beliau meninggal dunia dengan meninggalkan warisan berupa ribuan hadits shahih serta dasar-dasar ilmu sejarah Islam yang kokoh. Walaupun jasad beliau telah tiada, namun setiap riwayat hadits yang beliau sampaikan tetap mengalirkan pahala jariyah bagi beliau.
Seluruh perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran bahwa kemuliaan nasab haruslah dibarengi dengan ketinggian ilmu dan amal. Beliau membuktikan bahwa seorang putra pemimpin besar bisa tetap rendah hati dan fokus pada jalur pendidikan. Walaupun zaman terus berganti, sosok Aban bin Utsman bin Affan رحمه الله akan selalu sejarah kenang sebagai pilar ilmu di kota Madinah.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


