Aban bin Sa‘īd رضي الله عنه

Sang Bangsawan yang Menemukan Cahaya Tauhid

Aban bin Sa‘īd bin Al-Ash رضي الله عنه merupakan seorang bangsawan Quraisy yang memiliki kedudukan tinggi di tengah kaumnya. Meskipun pada awalnya ia menentang dakwah Nabi ﷺ, namun akhirnya hidayah Allah ﷻ menyapa hatinya sebelum peristiwa pembebasan kota Makkah. Beliau kemudian tumbuh menjadi sosok pemimpin yang sangat Rasulullah ﷺ percayai karena kecakapan dan kejujurannya.

Perjalanan Menuju Islam dan Keberaniannya

Awalnya, Aban bin Sa‘īd رضي الله عنه sangat memusuhi Islam bahkan sempat terlibat dalam beberapa pertikaian melawan kaum Muslimin. Akan tetapi, keraguan mulai muncul dalam dirinya setelah ia mendengar kebenaran tentang sifat-sifat kenabian dari seorang rahib di Syam. Selain itu, kelembutan dakwah Rasulullah ﷺ akhirnya meruntuhkan kesombongan hatinya. Allah ﷻ menjelaskan tentang hidayah ini dalam Al-Quran:

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya (QS. Al-Ma’idah: 16).

Setelah memeluk Islam, Aban bin Sa‘īd رضي الله عنه segera membuktikan kesetiaannya. Oleh karena itu, beliau senantiasa berdiri di barisan terdepan dalam membela agama Allah ﷻ serta mengikuti berbagai ekspedisi penting bersama para sahabat lainnya.

Kepercayaan Rasulullah ﷺ sebagai Gubernur

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ memberikan tanggung jawab besar kepada Aban bin Sa‘īd رضي الله عنه dengan mengangkatnya sebagai gubernur di wilayah Bahrain. Nabi ﷺ memilihnya karena beliau memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni serta integritas yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, beliau memimpin rakyatnya dengan penuh keadilan sesuai dengan tuntunan syariat.

Dalam menjalankan kepemimpinan, beliau selalu mengingat nasihat Rasulullah ﷺ agar selalu bertakwa. Sebagaimana Abu Dzar Al-Ghifari رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya ia akan menghapusnya, serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik (HR. Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’).

Oleh karena itu, masa jabatan beliau di Bahrain meninggalkan kesan mendalam bagi penduduk setempat. Selain itu, beliau sukses mengumpulkan zakat serta menjaga persatuan umat di wilayah tersebut hingga wafatnya Rasulullah ﷺ.

Kesetiaan di Jalan Syahid

Kemudian, setelah Rasulullah ﷺ wafat, Aban bin Sa‘īd رضي الله عنه tetap konsisten berada di jalan dakwah dan jihad. Beliau memilih untuk meletakkan jabatan gubernurnya demi ikut serta dalam peperangan melawan musuh-musuh Islam di masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه. Aban Bin Sa’id رضي الله عنهmeyakini bahwa perjuangan fisik adalah salah satu amalan paling mulia.

Beliau memahami betul keutamaan orang yang berjuang di jalan Allah ﷻ. Sebagaimana Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan sabda Nabi ﷺ:

لَغَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Sungguh satu pagi atau satu sore di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada akhirnya, Aban bin Sa‘īd رضي الله عنه gugur sebagai syahid dalam Perang Ajnadin (beberapa riwayat menyebut Perang Yarmuk) pada tahun 13 Hijriah. Beliau wafat dengan membawa kemuliaan iman yang ia jaga hingga hembusan napas terakhir.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top